Pages

Friday, December 28, 2007 1 comments

KeTika Cinta BertaSbih...

Ketika cinta bertasbih merupakan dwilogi pembangun jiwa novel karya novelis hebat Habiburrahman El Shirazy yang juga merupakan penulis novel ayat-ayat cinta yang kini sudah dijadikan film .Novel ketika cinta bertasbih merupakan novel yang paling keren “menurut saya”
( setelah harry potter tentunya :D ) yang pernah saya baca.
Ketika cinta bertasbih mampu mengajari pembacanya arti cinta yang sesungguhnya.....
Mampu mengajari arti hidup yang lebih bermakna....
serta memandang sebuah hidup sebagai realita, yang patut dijalani dengan seikhlas hati dan terus berjuang untuk menggapai apa yang kita raih.
Novel ini bercerita tentang seorang anak Indonesia yang belajar di universitas kairo mesir,bernama Azzam, sudah 9 tahun ia berada dikairo untuk menyelesaikan study S1.sebenarnya ia adalah mahasiswa yang cerdas, namun karena tuntutan hidup ia harus bekerja dan belajar agar keluarganya yang berada di Indonesia bisa hidup layak, hingga akhirnya membuat studynya terlantar. Azzam pernah meminang seorang wanita yang bahkan wajahnya pun belum pernah ia tahu, namun ia berkeyakinan bahwa gadis itu adalah gadis yang solehah dan memang pantas untuk dijadikan istri. Namun ternyata sahabatnya sendiri telah meminangnya lebih dulu. Sakit memang ia rasa, namun sebagai seorang sahabat yang baik dan seorang laki-laki yang berjiwa besar ia harus menerima itu semua ( Bayangkan kalo kamu jadi dia! Pasti sakit banget rasanya ). Banyak kisah nyata dalam kehidupan yang dikisahkan dalam novel ini, yang panjaaaang banget kalo diceritain disini. Kutipan kata yang gak pernah tak lupain dari novel tersebut “ Orang yang memiliki semangat, ia akan mencintai semua yang dihadapinya”
Sekalipun pendek tapi daleeeeemmm banget maknanya. Masih banyak sebenernya kata-kata bijak dari novel itu, tapi yang saya hafal cuma satu :p. Novel ini bener-bener membangun jiwa!! Gak rugi kalo baca!!
1 comments

AdakaH ceLah itu?

Bumi udah tua, jadi makin banyak kerusakan pada setiap bagiannya
Bumi udah renta, jadi makin rapuh hingga tak sanggup untuk berdiri kokoh seperti dulu
Bumi kita hampir hancur?? Mungkin ……
Bukan mungkin! Tapi memang udah sekarat!
Longsor yang menimpa bagian bumi Indonesia kita salah satu buktinya, alam hancur, manusia harus siap menghadapi ajalnya atas kehancuran itu.
Kenapa kita Cuma bisa “diberi” alam tanpa “memberi” alam??
Kita Cuma mau untung tanpa mau rugi
Cuma mau senang tanpa mau susah
Bumi mungkin kini sedang berada dititik “koma”
Tinggal menunggu kapan waktunya “garis lurus” dengan kata lain tak ada lagi nafas yang harus menyelimuti sekitarnya
Bumi pasrah atas apa yang terjadi diatasnya
Dan kita cuma bisa berpangku tangan atas ketidakberdayaannya
Adakah celah untuk bumi berkata “Aku butuh OPERASI WAJAHKU wahai manusia”