Aku ingin merayakan Tahun baru dengan menyalakan kembang api. Dan kenangan tentang kita akan kurekatkan erat di dekat sumbu penyulutnya.
Biar ia melesat. Jauh. Tak terjangkau.
Lalu meledak keras di angkasa.
Hancur.
Berkeping-keping.
Suara keras dari seruan terompet dibunyikan dengan lantang. Seperti sedang merayakan kehilangan. Tentang kenangan-kenangan. Yang tak lagi menggenang di dalam ingatan.
Dan orang-orang riuh bertepuk tangan. Tertawa riang serta gembira. Seakan luka tentangmu tak pernah ada sebelumnya.
Sesaat setelah gegap gempita yang sebentar itu nyaring terdengar menggema di telinga, kini pekatnya malam mulai membawa aku kembali kepada realita. Bahwa aku pernah kehilanganmu dengan begitu sangat.
Sakit sekali.
Sakit sekali.
Seperti menyalakan kembang api namun tidak membiarkannya pergi. Ledakannya begitu nyaring, memekakkan telinga, membutakan mata, menghancurkan genggaman. Sakit tiada tara aku derita karena pernah tak membiarkanmu pergi.
Oh betapa aku ingin mendatangimu sekali lagi. Memukulmu keras-keras hingga kepalamu terkelupas, dan kupaksa memasukkan aku ke dalam sana. Biar kau merasakan, biar kau mengerti, bagaimana sakitnya ketika dipaksa terluka karena harus menerima keadaan.
Salam,
Aku.
Yang sedang merayakan kehilangan.
-kutipan novel merayakan kehilangan-
Saya ketika baca ini, semacam berkaca sama perayaan kehilangan bagi diri saya sendiri :)
Bahwa aku pernah kehilanganmu dengan begitu sangat.
Iya. Dengan begitu sangat, kalo ada yang bilang membunuh itu paling baik dieksekusi dengan cepat, ini semacam ada jeda buat sekarat,
Saya pernah kehilanganmu dengan begitu sangat.
Kamu, ketika saya mengenal kata putus yang terakhir kali
Iya, kamu :)
Akan semacam makdeg rasanya dia hati
Ketika perbincangan dengan orang yang akan berdiri next to you, a.k.a dia tunangan saya, atau lebih dekat lagi calon suami
Berkata seperti ini sama kamu,
"Kamu masih sayang kan sama dia, ak tau kok"
Hening
Diem
Melongo baca chat
Saya ngebales dengan ekspresi kaget pas ngetik, gak nge iyain, juga g ngasi statement nggak
"Maksudnya?"
Dia : "kamu gpp masih sayang, asal g dipelihara"
Saya merasa luar biasa sekali, ada lelaki yang berbicara semacam itu, lelaki yang 3 minggu lagi akan tidur disebelah saya
Yang sisa hidupnya akan dihabiskan sama saya
Yang sepanjang umur saya, saya yang akan melayani dia
Saya g pernah brani memastikan perasaan saya sendiri
Yang saya brani pastikan, saya sudah memilih kamu
Dan saya tau, saya sayang sama kamu diluar persepsimu yang aneh2 itu, dan dewasa sekali pemikirannya dibandingin saya.
Itu yang saya tau defaultnya.
Sakit tiada tara aku derita karena pernah tak membiarkanmu pergi
Ya. Karna belajar ikhlas itu susah, ketika tau apa yang kamu cintai belum cukup baik buat berada disekitarmu, tapi km juga belum ikhlas untuk melepaskan,
Sakit.
Pasti.
Tapi susah, bukan berarti g bisa :)
Suara keras dari seruan terompet dibunyikan dengan lantang. Seperti sedang merayakan kehilangan. Tentang kenangan-kenangan. Yang tak lagi menggenang di dalam ingatan
Kesakitannya sudah pergi, pergi jauh sekali :)
Oh betapa aku ingin mendatangimu sekali lagi
Iya, saya sangat ingin mendatangi kamu sekali lagi
Dari hati yang paling dalam,
Saya ingin mengucapkan kata cinta terakhir saya buat kamu,
"Saya sayang sekali sama kamu, bahkan setelah sikap-sikapmu yang radikal itu, setelah ledakan amarahmu, setelah sekian kali kata maaf yang g bermakna itu, saya sayang sekali sama kamu. Saya pernah,benar pernah" :)
Selamat malam bagi yang sedang merayakan
Merayakan baik kehilangan maupun kelahiran
:)
