Saya sedang tidak bisa tidur cepat,
Tepatnya memang rasanya mending tidur pagi
Oke, saya ada dibali untuk kesekian kali
Kali ini tidak serepot sebelum ini
Karna disini semacam saya disuruh liburan :D
Tp kesekian kali ini lebi dramatic
Absolutely
Mulai dri saya yang merasa, kehadiran seseorang di watsap saya mulai menjadi mengganggu, mungkin itu perasaan sesaat saya
Sebisa mungkin saya meredamnya.
Km tau bloggy, saya semacam merasa suda berada dititik fase, "kita memang harus belajar sangat mengerti"
Untuk yang tidak kita sukai skalipun :)
Saya, sudah semacam tiba disisi 'hei, ketika pekerjaan saya sedang ribet skali, mengertilah untuk tidak mengganggu dengan hal g penting untuk diperdebatkan'
Berhentilah menyindir sekedar untuk mendapatkan kalimat 'aku ini perhatian ke kamu'
'aku ini peduli sama kamu'
I cannot be like that
Semacam saya memang diciptakan untuk menjadi wanita yang lebih tersirat ketimbang musti selalu harus disuratkan.
Karna saya pernah beberapa kali bersuara, mengungkapkan dengan jelas.
Harus diulang lagikah?
Karna ketika saya meletakkan kepercayaan, semacam peletakan prasasti yang akan saya ingat sepanjang masa.
Jadi jangan dihancurkan begitu saja.
Dan mungkin saya rasa, bukan yang ini,
Mungkin memanng bukan yang ini :)
Hal yang jelas? Hal yang ada garis tegas?
Menikah.
Cuma itu yang bisa menaklukkan sisi idealis saya mengenai rasa, dan bersikap tentunya
Saya tidak sedang mengharamkan pacaran, tidak sama sekali
Karna saya juga pernah punya pacar
Justru karna saya pernah punya pacar yang menjadikan saya berfikir seidealis ini, hari ini.
Saya pernah sayang seseorang, benar-benar sayang, dan kemudian dikecewakan dengan hal-hal yang untolerance untuk sebuah hubungan menurut saya.
Mudah sekali menyerah
Itu yang saya rasa :)
Semacam dia tidak pernah melihat merasa sekaligus mendengar, betapa sekuat tenaga saya berusaha tetap disebelahnya.
Dan berusaha meredam apapun bentuk gejolak kemarahan, prasangka dan bentuk lainnya dari dia.
Karna saya melihat kebaikan didalam dirinya, semarah apapun dia. :)
Dan sekeras apapun suara diluar sana, yang semacam berteriak 'just left him'
Saya, bukan makhluk sepengecut itu untuk menyerah, atas apa yang saya yakini ada kebaikan didalamnya.
Kecuali keadaan mengharuskan saya demikian
Jadi, ketika saya pernah berkata bahwa sayang kamu,
Percayalah, untuk setiap lelaki yang berada 1 cm disebelah sayapun, tidak menggemingkan pendirian saya untuk mengalaskan rasa.
Tapi ketika terus diragukan keberadaannya, saya rasa saya juga jadi ragu eksistensi kamu dan saya, nantinya.
Iya, saya ragu.
Dan saya tahu, seperti apa perasaan saya hari ini.
Tidak ada kamu didalamnya, kecuali dengan isi pesan pendek yang menyiratkan kamu semacam hal tidak berharga, semakin membuat jenuh saya melihatnya.
Mungkin, benar-benar tidak ada kamu disini, ditempat yang paling absurd dri tubuh yang kita miliki.
Bagi saya, mencintai untuk hari ini,
Ketika disepanjang hari dia hanya mengabari kamu dengan kalimat "selamat pagi semoga hari ini dirahmati"
Itu sudah bentuk cinta yang luar biasa, dengan tanpa bertele-tele yang akhirnya menimbulkan luka nantinya.
Karna kita tau, kita menghidupi hari ini bukan sekedar antara "kamu dan aku"
Saya punya ayah, mama adek, dan kakak beserta keluarganya yang masih butuh saya,
Disertai company saya maupun kamu yang include sahabat2 kita didalamnya
Dan diakhiri dengan benar2 mencintai, ketika ajakannya bukan lagi kencan, tapi menata masa depan.
Saya, sudah sampai pada masa itu,
Ketika saya bilang saya mencintai kamu,
Cukup kita usahakan sebaik mungkin menata masa depan kita, yang nantinya jadi satu.
Tidak perlu mempersoalkan perasaan saya kemana.
Karna itu sudah jelas jawabannya, tidak ada sedikitpun keraguan didalamnya.
Kamu,
Yang benar-benar berani mengajak saya menata hidup, sama kamu.
Sekalipun saya hingga hari ini berasa blur, siapa yang akan jadi kamu :)
Sekalipun disetiap doa,ada 1 nama yg slalu saya sebut didalamnya.
Tapi bisa saja ada yang sedang menyebut nama saya dalam doanya lebih sering kan?
Yang saya sendiripun nggak pernah tau :)
Selamat pagi
Semoga dirahmati :)
