Pages

Thursday, December 17, 2009

tentang dia

tentang dia
Akhir-akhir ini saia rapuh, gampang drop, emosi labil, dan segala kegejean lain yang membuat fikiran saia terpecah belah. Maen brain challenge pun tingkat strez tinggi sekali. Yeah, ngegame itu obat mujarab ditengah kebutekan saia dari dahulu kala. Sesibuk apapun ngegame mah jalan trus, skalipun ngegame ecekecek yang geje pula kayak saia. :D
Senin-jum’at mencurahkan waktu saia buad kuliah, sabtu minggu menanti suara orang tersaiang saia diseberang sana…
Bete sebenernya, udah jauh, Cuma bisa terhubung 2 hari itupun Cuma lewat suara. Sabar, iah musti sabar… karena saia menyayanginya tanpa syarat. Mau jauh kek, deket kek, whatever. Berjanji untuk tidak menyakiti orang yang menyayangi saia lagi untuk kesekian kali, udah saia proklamirkan semenjak saia memutuskan menerima seseorang menempati ‘special place’ dihati saia *lagi*.
Kadang emang gag kuat, tapi janji saia menunggunya, seolah menghantam hebat ulu hati saia ketika saia tergoda untuk melepasnya.janji itu hutang, dan saia harus melunasinya….
Toh saia tak pernah terpaksa menunggunya. Karena Dia belahan jiwa saia,main part of my heart, jika dianalogikan, kehilangan separuhnya, berarti fungsi yang lainnya terganggu. Saia seolah menghakiminya tidak memperdulikan saia, tapi gag pernah berfikir jika disana dia pastinya merasakan pula apa yang saia rasakan.
Hari ini dia jauh, dalam keadaan tidak baik. Dan apa yang bisa saia lakukan untuknya?just pray!
Maaf jika hari itu aku egois
Maaf jika hari ini aku tak ada disampingmu
Maaf jika hari ini kesakitanmu tak bisa kau bagikan padaku
Maaf…..
Maaf karena aku pernah berniat untuk melepasmu
Maaf…..
Saia masih belajar mengikhlaskan keadaan ini,
tapi saia berharap dia disana percaya
sayangku untuknya gag perlu dipelajari, karena sayang saia untuknya udah ada dengan sendirinya….

0 comments: