Ketika
Ketika hati tak tau lagi apa yang harus dikatakan, bahkan diyakini apa yang harus dan tidak seharusnya terjadi.
Ketika hari mulai suram bagi bumi, tak lagi benderang seperti mentari pagi
Ketika rindu itu tiba, merasuk sukma yang bentuk dan rupanya tak pernah bisa ia duga
Ketika kau pautkan rindumu padanya, tapi tak sedikitpun ia merasa,
Apa itu cinta?
Harusnya tak usah tempatkan rindu padanya, tak perlu alaskan sayang untuknya
Tak perlu…
Tapi ia bisa apa? Rasa itu fitrah, dan ia menyebutnya anugerah
Keikhlasan hati cuma Tuhan yang dapat merabanya, cuma Tuhan yang tau takarannya
Semua hal didunia ada balasannya….
Mungkin hari ini ia tersakiti kawan, dalamnya sakitnya pun tak pernah bisa ia bayangkan
Mungkin lebih dalam dari sumur tetanga sebelah
Tapi Tuhan tau apapun yang terjadi padanya,bersyukur karena hari ini ia tersakiti karena mungkin Tuhan tak ingin itu terjadi padanya disaat nanti ia telah mantapkan hati…
Tuhan tahu, tapi menunggu
Kelak jika ia benar-benar tak kuat lagi, dan memilih beranjak pergi
Itulah saat ‘ia disana’ tau, betapa berharganya arti ‘kamu’
skip to main |
skip to sidebar
Learn more, dream more!
Pages
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
About Me
- Lyra
- heroe's city, Jawa Timur, Indonesia
- mengapa saya menulis? menulis semacam monolog dengan diri saya, dengan sisi lain yang lebih bijak, dan berjeda
Popular Posts
Blog Archive
Labels
- absurd (21)
- cerpen (1)
- final project (8)
- iseng (8)
- l.i.f.e (86)
- last (2)
- life (34)
- lovely song (15)
- my Caz (14)
- my experieNce (6)
- my footprints (34)
- my MinD (126)
- part of love (29)
- pOeTry (5)
- quote (2)
- ramadhan (2)
- simple think (7)
- something the Lord created (6)
- sTupid mind (18)
- tinta merah (5)
- wishlist (1)
0 comments:
Post a Comment