Ada baiknya, tak mencatat hidup dalam lembar" buku harian
suatu masa,
jika membacanya lagi
manis, membuat kita ingin kembali
pahit, membuat duka tak bisa lupa
ada baiknya, merenungi hidup dalam kloset yang sepi
tak perlu malu mengenang, tersenyum atau menangis
setelah itu, siram semua
bersiap menerima makanan baru
yang lebih baik dari kemarin
by:
rieke diah pitaloka
renungan kloset - dari cengkeh sampai utrech
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment