Wajah sendu itu jengah
Mulai bergeliat ingin berkata pada semut merah
“aku berbaik hati tidak membunuhmu”
Karna kata Tuhanq
Kamu bukan untuk dibunuh
Berbelok arah
Mulai melangkah
Pendeknya,
Menyerah…
Kalo diam itu butuh
Kalo diam itu perlu
Kulakukan itu semampuku
Hingga akhirnya nanti ak g mampu
Bukan saatnya mengalah
Karna serasa tiap katamu dijajah
Dan bukan saatnya menitikkan air mata
Karna mungkin waktunya melangkah
Pendeknya....
Menyerah…
:)
skip to main |
skip to sidebar
Learn more, dream more!
Pages
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
About Me
- Lyra
- heroe's city, Jawa Timur, Indonesia
- mengapa saya menulis? menulis semacam monolog dengan diri saya, dengan sisi lain yang lebih bijak, dan berjeda
Popular Posts
Blog Archive
Labels
- absurd (21)
- cerpen (1)
- final project (8)
- iseng (8)
- l.i.f.e (86)
- last (2)
- life (34)
- lovely song (15)
- my Caz (14)
- my experieNce (6)
- my footprints (34)
- my MinD (126)
- part of love (29)
- pOeTry (5)
- quote (2)
- ramadhan (2)
- simple think (7)
- something the Lord created (6)
- sTupid mind (18)
- tinta merah (5)
- wishlist (1)
0 comments:
Post a Comment