Anggap saja hari ini semua akan berjalan baik-baik saja, seperti kita tak pernah risau memikirkan matahari akan terbit darimana.
Anggap saja hari ini akan selalu bahagia, seperti dulu saat keinginan naik komidi putar terkabulkan dan bahagianya masih terus terasa sampai keesokan harinya.
Anggap saja cinta yang sudah diberikan akan bertepuk tangan pada akhirnya, bukan bertepuk sebelah tangan seperti biasanya.
Iya, anggap saja semuanya akan berjalan sesuai rencana, seperti tim sukses para capres yang sedang berlomba-lomba nyinyir, saling menyindir menggunakan pernyataan-pernyataan mutakhir, dengan harapan lawan bisa tersingkir. *inibukanedisikampanye :D
sudah, cukup ngepas-pasin hal yang butuh dipaskan :D
tulisan mbak-mbak yang abis nikah ini kayaknya nusuk di ati banget *pake banget lho*
coba saya bisa ngomong gitu,
sama manusia yang beberapa pekan lalu,
nelpon sambil nada emosi "hpmu knapa sih? tiap ditelpon gbisa, aku mbok blok tah nda? susah banget ditelponnya"
mamen, saya nyampe bengong, ngangkat telpon abis ndlosor2 santai mendadak dimarahi, disalah2in abis itu, g berhenti nyampe situ nujlep2 pake kata2nya -.-
salah apa sodaraa, saya juga gtau knapa itu hp susah kamu hubungin,
lagian kan punya no. lain punya saya, bisa ora toh g pake nuduh2 kayak cewek lagi mau dapet,
ak lak shock, jadi pengen makan orang -.-
mentolo t suruh nanya CS provider dewe kok, knopoe, hafu
ini, beda lagi sama makhluk berikutnya,
yang cuma bilang dengan santai
"where are you? what are you doing? can you pick up my call ASAP?"
nah, bilang gitu dulu gbisa ya,
lebih diolah kalimatnya, saya mbales pertanyaan woles diatas juga sambil becandaan,
saya emang masih mandi mah, sekalipun mungkin kondisi manusia yang telpon saya 4x g saya angkat itu aslie ya mangkel, sama mbatin, "nag ndi arek siji iki, ket wingi ditelponi g diangkat"
semakin saya dikerasi, jadinya patah emang
dan saya cenderung jadi males, dan muak tepatnya
pada kenyataannya, saya memang butuh manusia yang bisa melunakkan kerasnya saya,
bisa mengimbangi pemikiran saya, dan bisa mengolah sikapnya, sekalipun sedang marah sama saya
gak diawur aeeee :'D
g ada manusia yang cocok emang didunia ini, yang ada emang saling mengerti
sekeras apapun kita, saya dan anda, sekalipun cocok tapi gmau saling ngerti, ya gbakal jadi..
dan sebaliknya,
se-gak cocok apapun kita, selagi kita mau saling mengerti, ya bakalan jadi..
kayak omongannya pak habibi yang pernah saya posting 2 tahunan lalu,
cukup orang yang mau mengerti kamu, dan membuat kamu lebih berarti dari siapapun
anggap saja ini pelajaran hati sekali lagi,
cukup kita belajar saling mengerti,
g mudah menemukan manusia yang membuat kita menemukan rasa nyaman, untuk bercerita apapun dan berbagi apapun,
nyaman itu harga mutlak, dan pengertian se-package didalamnya, menurut saya.
anggap sajalah linda,
kamu sedang melewati step belajar mengerti, belajar memilah, belajar menerima, dan tetap berusaha memperbaiki diri
anggap saja...
hari setelaah hari ini kamu bisa bertemu dengan dia yang g tau siapa,
yang juga mau belajar mengerti
anggap saja..
Anggap saja hari ini akan selalu bahagia, seperti dulu saat keinginan naik komidi putar terkabulkan dan bahagianya masih terus terasa sampai keesokan harinya.
Anggap saja cinta yang sudah diberikan akan bertepuk tangan pada akhirnya, bukan bertepuk sebelah tangan seperti biasanya.
Iya, anggap saja semuanya akan berjalan sesuai rencana, seperti tim sukses para capres yang sedang berlomba-lomba nyinyir, saling menyindir menggunakan pernyataan-pernyataan mutakhir, dengan harapan lawan bisa tersingkir. *inibukanedisikampanye :D
Jadi, setelah ini…
pergilah.
Jangan kembali kecuali
dengan harga mati.
Kau pasti tahu bayaran apa yang PAS untuk berbicara
perkara hati.
sudah, cukup ngepas-pasin hal yang butuh dipaskan :D
tulisan mbak-mbak yang abis nikah ini kayaknya nusuk di ati banget *pake banget lho*
coba saya bisa ngomong gitu,
sama manusia yang beberapa pekan lalu,
nelpon sambil nada emosi "hpmu knapa sih? tiap ditelpon gbisa, aku mbok blok tah nda? susah banget ditelponnya"
mamen, saya nyampe bengong, ngangkat telpon abis ndlosor2 santai mendadak dimarahi, disalah2in abis itu, g berhenti nyampe situ nujlep2 pake kata2nya -.-
salah apa sodaraa, saya juga gtau knapa itu hp susah kamu hubungin,
lagian kan punya no. lain punya saya, bisa ora toh g pake nuduh2 kayak cewek lagi mau dapet,
ak lak shock, jadi pengen makan orang -.-
mentolo t suruh nanya CS provider dewe kok, knopoe, hafu
ini, beda lagi sama makhluk berikutnya,
yang cuma bilang dengan santai
"where are you? what are you doing? can you pick up my call ASAP?"
nah, bilang gitu dulu gbisa ya,
lebih diolah kalimatnya, saya mbales pertanyaan woles diatas juga sambil becandaan,
saya emang masih mandi mah, sekalipun mungkin kondisi manusia yang telpon saya 4x g saya angkat itu aslie ya mangkel, sama mbatin, "nag ndi arek siji iki, ket wingi ditelponi g diangkat"
semakin saya dikerasi, jadinya patah emang
dan saya cenderung jadi males, dan muak tepatnya
pada kenyataannya, saya memang butuh manusia yang bisa melunakkan kerasnya saya,
bisa mengimbangi pemikiran saya, dan bisa mengolah sikapnya, sekalipun sedang marah sama saya
gak diawur aeeee :'D
g ada manusia yang cocok emang didunia ini, yang ada emang saling mengerti
sekeras apapun kita, saya dan anda, sekalipun cocok tapi gmau saling ngerti, ya gbakal jadi..
dan sebaliknya,
se-gak cocok apapun kita, selagi kita mau saling mengerti, ya bakalan jadi..
kayak omongannya pak habibi yang pernah saya posting 2 tahunan lalu,
cukup orang yang mau mengerti kamu, dan membuat kamu lebih berarti dari siapapun
anggap saja ini pelajaran hati sekali lagi,
cukup kita belajar saling mengerti,
g mudah menemukan manusia yang membuat kita menemukan rasa nyaman, untuk bercerita apapun dan berbagi apapun,
nyaman itu harga mutlak, dan pengertian se-package didalamnya, menurut saya.
anggap sajalah linda,
kamu sedang melewati step belajar mengerti, belajar memilah, belajar menerima, dan tetap berusaha memperbaiki diri
anggap saja...
hari setelaah hari ini kamu bisa bertemu dengan dia yang g tau siapa,
yang juga mau belajar mengerti
anggap saja..

0 comments:
Post a Comment