Mari kita sebut itu rindu
untuk penyebutan sebuah nama lirih dalam hati
yang hanya bersaksikan Tuhan hari ini
cukup rindu, tanpa temu, tanpa siapapun tau
Rindu,
Absurd sekali kata ini
Seabsurd perasaan itu sendiri
Kadang kamu tau benar,
Apa yang kamu rindukan, mungkin tidak balik rindu
Atau kebalikannya
Rindunya padamu, berkali lipat dibanding kamu.
Jadi siapa yang rindu?
Mungkin saya,
Mungkin kamu
Mungkin dia
Mungkin mereka
Rindu itu tidak membunuh, cuma kadang sedikit menyiksa
Tapi yang g membunuh, akan menjadikan kamu lebih kuat kan?
Itu yang saya ingat :)
Rindu,
Ada jejak kalimat panjang setelahnya
Bahkan untuk kalimat invisible yang g pernah keliatan
Pada kenyataannya,
Kamu, g pernah bisa jadi pengendali rindu
Avatar aja kagak bisa
Karna rindu sendiri tau, kmana arahnya tertuju
Untuk kamu yang sedang merindu
Yang mungkin terlalu takut untuk mengungkap rindu
Atau takut menghadapi yang kamu rindukan itu
Dia terlalu istimewa?
Atau dia terlalu kamu inginkan?
Atau kamu takut melukainya dengan rindumu?
Ketika rindumu masih saja menancap seperti itu
Ada baiknya datangi dia,
Ucapkan salam untuknya
Setidaknya salam itu bentuk doa
Bentuk doa yang akan benar-benar mengobati rindumu
Kita harus mendekati sang pencipta rindu kan?
Agar rindu mampu menjelma jadi jelmaan terbaik menurut sang pencipta :)
Salam rindu,
Bali, 9 maret 2016

0 comments:
Post a Comment