Pages

Friday, July 8, 2016

Titip salam

Titip salam buat ibumu, jika beliau sudah tak sabar menimang cucu; bilang saja ada wanita yang masih menyelesaikan pendidikannya.

Titip salam untuk ayahmu, jika beliau ingin ditemani bermain catur; bilang saja ada wanita yang sedang belajar membuatkannya camilan di apur.

Titip salam untuk adikmu. Jika adik perempuanmu membutuhkan tempat bercerita; bilang saja akan ada wanita yang bisa ia ajak bicara perihal sastra dan segalanya. Dan jika adik lelakimu ingin bermain sepak bola; bilang saja akan ada wanita yang mengingatkannya untuk pulang saat senja tiba.

Ah ya, titip salam untuk hatimu.

Jika ia sedang lelah dengan keadaan; bilang saja ada wanita yang selalu mendoakan masa depannya.

Bila ia sedang rindu kampung halaman; bilang saja ada wanita yang ingin sekali pulang kesana bersamanya.

Bila ia sedang lelah berjuang; bilang saja ada wanita yang sedang mendukungnya dari belakang.

Dan bila ia bertanya wanita itu yang mana, bilang saja itu aku; wanita yang sempat kau ajak masuk dalam kehidupanmu. 

Source : tumblr

Titip salam pada sepasang mata teduh yang menatap saya pagi ini dipintu masjid
Everthing changes, everything.
tapi tidak untuk senyum sapaan saya, apapun itu kondisinya :)
Oh ya,
Titip salam untuk hati(nya), semoga setelah saya mulai menitipkan hati untuk manusia lainnya, tetap baik saja disana
Dan ya,
Titip salam untuk hati saya, apapun kamu nduk, sesakit apapun hatinya, tetap berusaha baik sangka, berusaha melunakkan yang keras hati, dicaci tidak balik menyakiti. dibalas dengan doa, cukup dengan doa, semoga dihilangkan penyakit hati dari kamu, hati. dan juga hati dia yang mungkin menyakiti

G ada yang lebih sulit dari belajar memperbaiki masalah hati,
Susah bukan berarti g bisa, kan?

0 comments: