cintamu adalah masa lalu...
cintamu adalah masa lalu, cinta yang tlah habis biarkan berlalu...
lagu ini, membuat saya,
keep smiling, keep struggling..
:))
*cinta yang baik itu cinta yang gak menyakiti, tapi cinta yang menghargai... *
skip to main |
skip to sidebar
Learn more, dream more!
Pages
When i said, and you didnt
mungkin kali ini tulisan saya alay, lebay, dan terlalu mendramatisir. gak ada salahnya memiliki persepsi seperti itu, karna tiap manusia berhak memiliki persepsi masing-masing dalam hak hidupnya.
lets talk this
"ketika kita menyayangi dan dia tidak, dan ketika kita berkata dan dia membisu"
dari barisan kalimat saya saja terlihat menyakitkan, berat sebelah dan berderet kata yang menyakitkan telinga * hati juga sepertinya *
menyakitkan memang, tapi itulah hidup...
kita belajar berproses untuk dewasa, belajar arti makna ikhlas yang sesungguhnya...
tiap tetes air mata kita, insya Allah,Allah membalasnya...
keikhlasan kita hanya Allah yang tau takarannya...
kesabaran dalam teorinya gak pernah ada batasnya...
tapi dalam kenyataannya, saya masih belum bisa mempraktekannya, sabar saya ada batasannya...
untuk semua yang pernah saya sayangi, baik yang pernah terungkapkan maupun gak pernah terungkapkan...
saya sudah belajar ikhlas, dengan ridhoNYA insya Allah saya ikhlas...
memgiklaskan apapun yang pernah terjadi
karna dalam hati saya punya keyakinan hakiki
Allah tau, Allah telah memilihkan jalan yang terbaik untuk umatnya...
Allah
Allah memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan...
belajar bersyukur karna disekitar kita banyak yang menyayangi kita...
belajar untuk tidak menyia-nyiakan mereka
karna saat kita bersyukur, Allah akan menambah nikmatNYA
dan saat kita menyia-nyiakannya...
kelak Allah akan membalasnya pula dengan kesia-siaan atas anda
:)
when i said, and u didnt??
never mind...
mungkin kali ini tulisan saya alay, lebay, dan terlalu mendramatisir. gak ada salahnya memiliki persepsi seperti itu, karna tiap manusia berhak memiliki persepsi masing-masing dalam hak hidupnya.
lets talk this
"ketika kita menyayangi dan dia tidak, dan ketika kita berkata dan dia membisu"
dari barisan kalimat saya saja terlihat menyakitkan, berat sebelah dan berderet kata yang menyakitkan telinga * hati juga sepertinya *
menyakitkan memang, tapi itulah hidup...
kita belajar berproses untuk dewasa, belajar arti makna ikhlas yang sesungguhnya...
tiap tetes air mata kita, insya Allah,Allah membalasnya...
keikhlasan kita hanya Allah yang tau takarannya...
kesabaran dalam teorinya gak pernah ada batasnya...
tapi dalam kenyataannya, saya masih belum bisa mempraktekannya, sabar saya ada batasannya...
untuk semua yang pernah saya sayangi, baik yang pernah terungkapkan maupun gak pernah terungkapkan...
saya sudah belajar ikhlas, dengan ridhoNYA insya Allah saya ikhlas...
memgiklaskan apapun yang pernah terjadi
karna dalam hati saya punya keyakinan hakiki
Allah tau, Allah telah memilihkan jalan yang terbaik untuk umatnya...
Allah
Allah memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan...
belajar bersyukur karna disekitar kita banyak yang menyayangi kita...
belajar untuk tidak menyia-nyiakan mereka
karna saat kita bersyukur, Allah akan menambah nikmatNYA
dan saat kita menyia-nyiakannya...
kelak Allah akan membalasnya pula dengan kesia-siaan atas anda
:)
when i said, and u didnt??
never mind...
elegi
Layar buram itu, seakan putih
Putih seperti wajah pucat yang hari ini kutemui
Hujan hari ini Cuma gerimis
Rintikannya pelan
Sepelan aku mengeja namanya
Remuk ragaku
Sabitkan siluet tajam
Mencabik sesuatu didasar seonggok daging dalam tubuhku
Entah apa itu namanya
Yang jelas aku sering mendengarnya
Rindu...
Apa itu?
Aku tak tau!
Layar buram itu, seakan putih
Putih seperti wajah pucat yang hari ini kutemui
Hujan hari ini Cuma gerimis
Rintikannya pelan
Sepelan aku mengeja namanya
Remuk ragaku
Sabitkan siluet tajam
Mencabik sesuatu didasar seonggok daging dalam tubuhku
Entah apa itu namanya
Yang jelas aku sering mendengarnya
Rindu...
Apa itu?
Aku tak tau!
Ketika
Ketika hati tak tau lagi apa yang harus dikatakan, bahkan diyakini apa yang harus dan tidak seharusnya terjadi.
Ketika hari mulai suram bagi bumi, tak lagi benderang seperti mentari pagi
Ketika rindu itu tiba, merasuk sukma yang bentuk dan rupanya tak pernah bisa ia duga
Ketika kau pautkan rindumu padanya, tapi tak sedikitpun ia merasa,
Apa itu cinta?
Harusnya tak usah tempatkan rindu padanya, tak perlu alaskan sayang untuknya
Tak perlu…
Tapi ia bisa apa? Rasa itu fitrah, dan ia menyebutnya anugerah
Keikhlasan hati cuma Tuhan yang dapat merabanya, cuma Tuhan yang tau takarannya
Semua hal didunia ada balasannya….
Mungkin hari ini ia tersakiti kawan, dalamnya sakitnya pun tak pernah bisa ia bayangkan
Mungkin lebih dalam dari sumur tetanga sebelah
Tapi Tuhan tau apapun yang terjadi padanya,bersyukur karena hari ini ia tersakiti karena mungkin Tuhan tak ingin itu terjadi padanya disaat nanti ia telah mantapkan hati…
Tuhan tahu, tapi menunggu
Kelak jika ia benar-benar tak kuat lagi, dan memilih beranjak pergi
Itulah saat ‘ia disana’ tau, betapa berharganya arti ‘kamu’
Ketika hati tak tau lagi apa yang harus dikatakan, bahkan diyakini apa yang harus dan tidak seharusnya terjadi.
Ketika hari mulai suram bagi bumi, tak lagi benderang seperti mentari pagi
Ketika rindu itu tiba, merasuk sukma yang bentuk dan rupanya tak pernah bisa ia duga
Ketika kau pautkan rindumu padanya, tapi tak sedikitpun ia merasa,
Apa itu cinta?
Harusnya tak usah tempatkan rindu padanya, tak perlu alaskan sayang untuknya
Tak perlu…
Tapi ia bisa apa? Rasa itu fitrah, dan ia menyebutnya anugerah
Keikhlasan hati cuma Tuhan yang dapat merabanya, cuma Tuhan yang tau takarannya
Semua hal didunia ada balasannya….
Mungkin hari ini ia tersakiti kawan, dalamnya sakitnya pun tak pernah bisa ia bayangkan
Mungkin lebih dalam dari sumur tetanga sebelah
Tapi Tuhan tau apapun yang terjadi padanya,bersyukur karena hari ini ia tersakiti karena mungkin Tuhan tak ingin itu terjadi padanya disaat nanti ia telah mantapkan hati…
Tuhan tahu, tapi menunggu
Kelak jika ia benar-benar tak kuat lagi, dan memilih beranjak pergi
Itulah saat ‘ia disana’ tau, betapa berharganya arti ‘kamu’
Kerispatih – Aku Harus Jujur
maafkan kali ini
aku harus jujur
kau harus tahu siapa
aku sebenarnya
terpikir dalam benakku
tentang cinta terlarang
selama ini ku pendam
maafkan kali ini
aku harus jujur
jangan salahkan keadaan ini sayang
semua adalah keterbatasanku saja
tak mampu menjadi yang kau mau
aku mencoba dan aku tak mampu
reff:
tak bisa lagi mencintaimu
dengan sisi lainku
aku tak sanggup menjadi biasa
aku tak sanggup
tak ada satu pun yang mungkin bisa
terima kau seperti aku
ku mohon jangan salahkan aku lagi
ini aku yang sebenarnya
tak mampu menjadi yang kau mau
aku mencoba dan aku tak mampu
repeat reff
maafkan kali ini
aku harus jujur
like this dah...
maafkan kali ini
aku harus jujur
kau harus tahu siapa
aku sebenarnya
terpikir dalam benakku
tentang cinta terlarang
selama ini ku pendam
maafkan kali ini
aku harus jujur
jangan salahkan keadaan ini sayang
semua adalah keterbatasanku saja
tak mampu menjadi yang kau mau
aku mencoba dan aku tak mampu
reff:
tak bisa lagi mencintaimu
dengan sisi lainku
aku tak sanggup menjadi biasa
aku tak sanggup
tak ada satu pun yang mungkin bisa
terima kau seperti aku
ku mohon jangan salahkan aku lagi
ini aku yang sebenarnya
tak mampu menjadi yang kau mau
aku mencoba dan aku tak mampu
repeat reff
maafkan kali ini
aku harus jujur
like this dah...
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
- Lyra
- heroe's city, Jawa Timur, Indonesia
- mengapa saya menulis? menulis semacam monolog dengan diri saya, dengan sisi lain yang lebih bijak, dan berjeda
Popular Posts
Blog Archive
Labels
- absurd (21)
- cerpen (1)
- final project (8)
- iseng (8)
- l.i.f.e (86)
- last (2)
- life (34)
- lovely song (15)
- my Caz (14)
- my experieNce (6)
- my footprints (34)
- my MinD (126)
- part of love (29)
- pOeTry (5)
- quote (2)
- ramadhan (2)
- simple think (7)
- something the Lord created (6)
- sTupid mind (18)
- tinta merah (5)
- wishlist (1)